Rabu, 20 November 2013

MAKALAH DASAR-DASAR LINGKUNGAN Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Air Sungai dan Analisa Vegetasi


MAKALAH
DASAR-DASAR LINGKUNGAN
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Air Sungai
dan
Analisa Vegetasi
DISUSUN OLEH :
         
1.     NENENG NOVITA SARI                   BP. 1101311003
2.     DEDEK SUNDARWANTO       BP. 1101311007
3.     FERNANDO SIMATUPANG    BP. 1101311009
4.     RAHMAD HIDAYAT                BP. 1101311011
5.     WAHYUNI                                 BP. 1101311016
6.     ARBET GUSPAPILAYA           BP. 1101311017
7.     DAHLISAR                                BP. 1101313021
8.     PARDOMUAN                           BP. 1101312031

DOSEN PEMBIMBING :
MISMAWARNI SN, S.Si, M.Si
NIP. 

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
2012
I.                  PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
A.           Faktor-faktor yang Mempengaruhi  Kualitas Air Sungai
Sungai merupakan salah satu badan perairan yang memiliki keanekaragaman fungsi, diantaranya fungsi ekonomi, ekologi, dan sosial bagi masyarakat sekitarnya.  Akibat keanekaragaman fungsi ini, jadilah sungai sebagai muara penerima limbah dari berbagai kegiatan diatasnya, sehingga dapat mempengaruhi kualitas air sungai.  Pengaruh yang timbul dapat berupa perubahan faktor fisika, kimia, dan biologi (Suryadi et al., 2012).
Menurut Suryadi et al. (2012) bahwa kualitas fisika, kimia, dan biologi terhadap air dapat memberikan gambar yang jelas tentang kualitas perairan.  Diantara faktor-faktor tersebut adalah :
a.              Suhu
b.             Kecepatan air
c.              Warna air
d.             Rasa dan bau
e.              Derajat keasaman (pH) air
f.              Oksigen terlarut
          Kelarutan oksigen dipengaruhi oleh faktor suhu.  Pada suhu tinggi, maka kelarutan oksigan rendah.  Begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan kandungan O2 terlarut, kualitas perairan dibedakan menjadi 4 yakni, kualitas perairan tidak tercemar (>6,5 mg/L), tercemar ringan (4,5-6,5 mg/L), tercemar sedang (2,0-4,4 mg/L), dan tercemar berat (<2 mg/L).


g.             Struktur komunitas
Secara biologi, untuk menentukan kualitas air dipakai model-model matematika yang dilambangkan berdasarkan terjadinya perubahan struktur komunitas.  Model yang digunakan adalah yang melihat indeks keragaman jenis, keserasian populasi, dan dominasi jenis makrozoobatos yang berada substrat perairan.

B.            Analisa Vegetasi
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Riyantilathyris, 2010) . 
Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Hutan merupakan komponen habitat terpenting bagi kehidupan oleh karenanya kondisi masyarakat tumbuhan di dalam hutan baik komposisi jenis tumbuhan, dominansi spesies, kerapatan nmaupun keadaan penutupan tajuknya perlu diukur. Selain itu dalam suatu ekologi hutan satuan yang akan diselidiki adalah suatu tegakan, yang merupakan asosiasi konkrit (Riyantilathyris, 2010).  Menurut Suryadi et al. (2012) bahwa analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi atau masyarakat tumbuhan pembangun hutan.  Ini perlu dipelajari karena hutan dibentuk oleh individu tumbuhan yang sangat kompleks dan mempunyai variasi disetiap keadaan tertentu.
Salah satu metoda yang biasa dipakai untuk analisa vegetasi adalah metoda jalur atau metoda Transek.  Untuk daerah yang mengalami pengaruh lingkungan secara gradual, metoda ini sering dipakai karena dapat menggambarkan perubahan vegetasi yang ada akibat perubahan lingkungan tadi.  Cara ini juga efektif untuk mempelajari perubahan keadaan vegetasi menurut keadaan tanah, topografi, dan elevasi (Suryadi et al., 2012).

1.2.       Tujuan
Tujuan dari praktikum kerja lapang luar kampus yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 18 Juni 2012, pukul 08.00-selesai, tepatnya di hutan lindung Universitas Andalas, adalah mahasiswa/i mampu sebagai berikut :
A.           Mengamati faktor-faktor yang menentukan kualitas air.
B.            Menghubungkan/menentukan  faktor-faktor yang diamati dengan kualitas air sungai.
C.            Menghitung analisa vegetasi dengan plot metoda jalur/metoda Transek, mulai dari kerapatan, kerapatan relatif, dominan, dominan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dan nilai penting.
        












II.               METODA PELAKSANAAN
2.1.  Alat dan Bahan
         Alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan /dibutuhkan dalam praktikum laboratorium ini adalah sebagai berikut :
A.           Termometer/Water Checker *
B.            Busa/Gabus/Bola Pingpong seadanya
C.            Meteran *                                                                                 
D.           Tali Rafia
E.            Pisau
F.             Pinset seadanya                                                                 Faktor-faktor yang   
G.           Botol koleksi (bila ada)                                                     Mempengaruhi Kualitas Air
H.           Kantong Plastik *                                                              Sungai                                
I.              Ember (bila ada)
J.              Stopwatch
K.           pH indikator
L.            Pancang
M.          Parang                                                                                 Analisa Vegetasi
N.           DBH/Meteran
O.           Label
Keterangan :* (Berlaku untuk Faktor-faktor yang Mempengaruhi  Kualitas Air Sungai   dan  Analisa Vegetasi)


2.2.  Prosedur Kerja
2.2.1.Prosedur kerja dalam praktikum kerja lapang luar kampus ini adalah sebagai berikut :
A.           Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Air Sungai
1.               Penentuan suhu air, dengan menggunakan termometer/ water checker.
2.               Kecepatan arus atau debit air, dengan alat bantu gabus/busa/bola.
3.               Warna, dengan melihatnya menggunakan mata telanjang.
4.               Rasa dan bau, dengan mengamatinya secara manual
5.               pH air, dengan menggunakan kertas laksmus pada pH indikator.   Dimana kertas dicelupkan ke air dan dibndingkan dengan skala warna.
B.            Analisa Vegetasi
1.               Pertama,  dengan membuat transek sepanjang lebih kurang 200 cm dengan tali plastik
2.               Selanjutnya, setiap 20 m dibuat plot :
-   Untuk pohon :  Kuadrat 10x10 m, lalu diukur dan ditentukan jenis pohonnya, DBH dan Cover
-   Untuk sampling : 5x10 m (dalam plot 10x10 m)
-   Untuk seedling : 2x2 m (dalam plot5x10 m)
          Jika nama tumbuhan tidak diketahui, ambil contoh tanamannya dan identifikasi.
3.               Terakhir, lakukan analisisa data seperti dibawah ini :
          Hasil pengukuran lapangan dilakukan dianalisis data untuk mengetahui kondisi kawasan yang diukur secara kuantitatif. Beberapa rumus yang penting diperhatikan dalam menghitung hasil analisa vegetasi, yaitu (Riyantilathyris cit Gapala, 2010)  :
 i.               Kerapatan (Density)
          Banyaknya (abudance) merupakan jumlah individu dari satu jenis pohon dan tumbuhanlain yang besarnya dapat ditaksir atau dihitung.Secara kualitatif kualitatif dibedakan menjadi jarang terdapat ,kadang-kadang terdapat,sering terdapat dan banyak sekali terdapat jumlah individu yang dinyatakan dalam persatuan ruang disebut kerapatan yang umunya dinyatakan sebagai jumlah individu,atau biosmas populasi persatuan areal atau volume,missal 200 pohon per Ha.
*Kerapatan = Jumlah individu satu spesies
                                           Luas contoh

*Kerapatan relatif (KR) = Kerapatan dari suatu spesies  x 100%
      Kerapatan seluruh spesies

ii.               Dominasi
          Dominasi dapat diartikan sebagai penguasaan dari satu jenis terhadap jenis lain (bisa dalam hal ruang, cahaya dan lainnya), sehingga dominasi dapat dinyatakan dalam besaran :
a)    Banyaknya Individu (abudance) dan kerapatan (density)
b)    Persen penutupan (cover percentage) dan luas bidang dasar (LBD)/ Basal area (BA)
c)    Volume
d)    Biomas
e)    Indek nilai penting (Importance Value / IV)
Kesempatan ini besaran dominan yang digunakan adalh LBH dengan pertimbangan lebih mudah dan cepat,yaitu dengan melakukan pengukuran diameter pohon pada ketinggian setinggi dada (Diameter Breas Height/DBH).
*Dominan/Dominasi = Jumlah bidang dasar satu spesies satu jenis  x 100%
                                                       Luas contoh
*Dominan Relatif  (DR) = Dominasi dari satu spesies   x 100%
     Dominasi seluruh spesies
iii.               Frekuensi
          Frekuensi merupakan ukuran dari uniformitas atau regularitas terdapatnya suatu jenis frekuensi memberikan gambaran bagimana pola penyebaran suatu jenis,apakah menyebar keseluruh kawasan atau kelompok.  Hal ini menunjukan daya penyebaran dan adaptasinya terhadap lingkungan.
Riyantilathyris  (2010) cit Raunkiser dalam Shukla dan Chandel (1977) membagi frekuensi dalam lima kelas berdasarkan besarnya persentase, yaitu:
  • Kelas A dalam frekuensi 1 –20 %
  • Kelas B dalam frekuensi 21-40 %
  • Kelas C dalm frekuensi 41-60%
  • Kelas D dalam frekuensi 61-80 %
  • Kelas E dalam frekuensi 81-100%
*Frekuensi = Jumlah plot adanya satu spesies   x 100 %
                       Jumlah plot seluruhnya
*Frekuensi Relatif (FR) = Frekuensi dari satu spesies  x 100 %
    Frekuensi seluruh spesies     
iv.               Indek Nilai Penting (Importance Value Indeks) atau Nilai Penting
          Merupakan gambaran lengkap mengenai karakter sosiologi suatu spesies dalam komunitas (Riyantilathyris, 2010 cit Contis dan Mc Intosh, 1951) dalam Shukla dan Chandel (1977), nilainya diperoleh dari menjumlahkan nilai kerapatan relatif, dominasi relatif dan frekuensi relatif, sehingga jumlah maksimalnya 300%.                       
*Nilai Penting = KR + DR + FR




III.           HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.    Hasil
      Dari praktikum kerja lapang luar kampus yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 18 Juni 2102, pukul 06.00 sampai selesai, didapatkan hasil sebagai berikut :
No
Aspek
Nilai Sampel Sungai
Nilai Akhir
Pengamatan
Kiri
Tengah
Kanan
1
Derajat Keasaman (pH)
6
6
6
6
2
Suhu (T)
25°C
25°C
25°C
25°C
3
Rasa
Hambar
Hambar
Hambar
Hambar
4
Bau
Tidak Berbau
Tidak Berbau
Tidak Berbau
Tidak Berbau
5
Debit Air I
93.2 cm3/dtk
135.9 cm3/dtk
79.7 cm3/dtk
102.9 cm3/dtk
6
Debit Air II
115.5 cm3/dtk
116 cm3/dtk
98.8 cm3/dtk
110.1 cm3/dtk

Tabel 1.     Hasil pengamatan/pengukuran dari faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air       sungai
Sumber :    Kelompok 2

NO
Plot
Plot Seedling
(1x1) m2
Jmlh
Plot Sampling
(5 x 5) m2
Jmlh
DBH
(cm)
Plot Pohon
(10 x 10) m2
Jmlh
DBH (cm)
1.
I
Ficus chartacea
4
Macuranga triloba
1
6
Knema intermedia
1
30,5


Ulmaceae
1
Aglaea glabriflora
1
7
Ficus chartacea
1
11,5


Euphorceae
2
Ficus chartaceae
1
8
 Shorea sp 2
1
12,5







Aglaea glabriflora
1
30







Macaranga gigante
1
16.5







Shorea sp 3
1
15.5







Shorea sp 3
1
20.5







Shorea sp 3
1
22.5







Ficus sp
1
23.5
2.
II
Bignoniaceae
1
Ficus sp
2
5
Sterculia
1
23.5


Legumenaceae
2
Litsea sp
1
2.5
Dalbergia balance
1
13.5


Fagaceae
1
Lauraceae
1
7
Milletia atropurpurea Benth
1
31.5







Litsea sp 2
1
19,5







Litsea sp 2
1
13
  3.
III
Leguminosa
1
Ficus magnoleafolia
1

3.5

Dalbergia balansae
1
26



Euphorbiaceae
1
Litsea sp
1
5,2
Sterculi sp 1
1
30


Lauraceae
2
Macaranga gigantae
1
5,2
Pithecellobium  j. J.

1
46




Sterculia sp 1
1
6.1




Jumlah
15

11


17


Tabel 2. Hasil pengamatan/pengukuran dari analisa vegetasi
Sumber : Kelompok 2
Untuk Plot Seedling (1x1) m2
^*Kerapatan Seedling (1x1) m 2 = 15  = 1.2
                                                      125

* Kerapatan relatif Seedling (1x1) m 2 =    1.2  x 100 % = 8 % = 0.08
                                                                      15
*Dominasi Seedling (1x1) m2 = 2 = 0.016
                                                    125             
*Dominasi relatif Seedling (1x1) m2 = 0.016  x 100 %  = 0.8 % = 0.008
                                                                     2
*Frekuensi Seedling (1x1) m2 = 1   = 0.33
                                                     3                       
*Frekuensi relatif Seedling (1x1) m2 = 0.33  x 100 % = 33% = 0.33
                                                                    1
*Nilai Penting = 0.08 + 0.008 + 0.33 = 0.418

Untuk Plot Sampling (5x5) m2
^*Kerapatan Sampling (5x5) m 2 = 11  = 0.088
                                                         125
* Kerapatan relatif Sampling (5x5) m 2 = 0.088  x 100 % = 0.8
                                                                        11
*Dominasi Sampling (5x5) m2 = 10 = 0.08
                                                    125             
*Dominasi relatif Sampling (5x5) m2 = 0.08  x 100 %  = 0.8 % = 0.008
                                                                   10
*Frekuensi Sampling (5x5) m2 = 1   = 0.33
                                                      3                      
*Frekuensi relatif Sampling (5x5) m2 = 0.33  x 100 % = 33% = 0.33
                                                                    1
*Nilai Penting = 0.8 + 0.008 + 0.33 = 1.138

Untuk Plot Pohon (10x10) m2
^*Kerapatan Pohon (10x10) m 2 = 17  = 0.136
                                                        125

* Kerapatan relatif Pohon (10x10) m 2 =    0.136  x 100 % = 0.8 % = 0.008
                                                                       17
*Dominasi Pohon (10x10) m2 = 20 = 0.16
                                                    125             
*Dominasi relatif Pohon (10x10) m2 =  0.16  x 100 %  = 0.8 % = 0.008
                                                                   20

*Frekuensi Pohon (10x10) m2 =  1   = 0.33
                                                      3                      
*Frekuensi relatif Pohon (10x10) m2 = 0.33  x 100 % = 33% = 0.33
                                                                    1
*Nilai Penting = 0.008 + 0.008 + 0.33 = 0.346

3.2.    Pembahasan
 Berdasarkan hasil yang didapat pada praktikum kerja lapang luar kampus di hutan lindung Universitas Andalas didapatkan bahwa terdapat kesaamaan dalam hal derajat keasaman (Ph) air yaitu 6; suhu air 250C; rasa air yang hambar; dan tidak berbau., dimana ini berlaku pada sampel air sungai pada bagian kiti, tengah, dan kanan (termasuk nilai akhir). Sedang pada debit air I dan II tampak nilainya yanr terkecil (kanan), dimana beberapa faktor yang mempengaruhinya adalah kecepatan aliran sungai dan luas penampang sungai.
Pada cakupan tertinggi (nilai debit), air mengalir begitu cepat dari hulu ke hilir.  Walau jalan air dibatasi oleh batu-batuan keras, namun turunan air kebawah tak menghalangi itu semua.  Begitu juga luas penampang sungai sebagai tolak ukur penghitung debit air, seperti formula :
Q = A x V atau V = A x k, dimana

Q = debit air sungai (m3/dtk atau cm3/dtk)
A = luas pemukaan sungai (m2 atau cm2)
V = kecepatan air sungai atau pelampung (m/dtk atau cm/dtk)
K = koefisien pelampung
Pengamatan vegetasi yang telah dilakukan memperlihatkan data dengan hasil jumlah vegetasiyang ditemukan adalah 15 spesies, dengan spesies yang telah teridentifiksasi.  Pada plot  Seedling (1x1) m2, dimana hanya didapat  1 spesies, yakni Ficus chartacea, dan 7 kelas tumbuhan seperti pada tabel 2.  Pada plot Sampling (5x5) m2, dimana didapat 7 spesies dan umumnya dari marga Ficus (tabel 2).  Pada plot Pohon (10x10)m 2, dimana didapat umumnya 9 spesies (kebanyakan dari spesies Shorea sp dan Litsea sp).
Pada plot pertama sampai kedua dari luas terkecil ke terbesar,  keragaman jenis makin meningkat, tetapi pada plot terakhir hanya sedikit  penambahan keanekaragaman jenis tumbuhan.  Hal ini disebabkan karena penyebaran vegetasi tanaman dalam suatu plot dipengaruhi oleh tanaman yang paling banyak tumbuhnya dalam satu plot tersebut, karena tanaman yang mendominasi suatu plot, kemungkinan besar pada saat penyerbukan tumbuhan tersebut yang dibantu oleh serangga ataupun angin akan menyebar tidak jauh dari tanaman tersebut.     
Pada umumnya jenis tanaman yang didapat adalah   dari kelas Ficus. Ini diketahui bahwa tanaman ini banyak tersebar di hampir setiap plot ( dominasi terbesar), dimana kemungkinan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan sangat tinggi.  Apalagi tanahnya, terkandung unsur-unsur hara yang diperlukan maupun lainnya. 
Jadi makin jauh luas plot yang diamati, maka  makin sedikit jenis tanaman yang sama yang ditemukan. Sehingga makin besar jumlah jenis tanaman baru yang ditemukan.  Jika  jumlah jenis tanaman itu sedikit dalam suatu plot, dikarenakan faktor kematian, akibat injakan, atau ulah  manusia, ataupun penyebarannya yang terbatas lewat penyerbukan dan tempat tanaman itu hidup serta sedikit cuaca juga mempengaruhinya.
Selanjutnya pada  pengukuran kerapatan didapat nilai tertinggi pada plot Seedling yaitu 1.2;  kerapatan relatif pada plot  Sampling yaitu 0.8;  dan dominasi pada plot Pohon yaitu 0.16 serta  nilai penting pada plot  Sampling yaitu 1.138.  Untuk dominasi relatif, frekuensi, dan frekuensi relatif bernilai sama, masing-masing 0.008, 0.33, dan 0.33.
Menurut  Riyantilathyris  (2010) cit Raunkiser dalam Shukla dan Chandel (1977) bahwa frekuensi 0.33 atau 33.3 barada pada kelas B atau penyebaran yang sebagian kecil berada plot itu sendiri atau umumnya terbatas.  Dimana nilai-nilai tertinggi tersebut merupakan pengaruh beberapa faktor seperti yang disebutkan pada diatas.
























IV.           KESIMPULAN
Menurut (Ristianingrum, 2012) bahwa dalam analisis komunitas tumbuhan terdapat parameter-parameter yang harus dilakukan untuk kepentingan analisis komunitas tumbuhan.   Parameter yang digunakan dalam praktikum ini yaitu parameter kualitatif yang didalamnya terdapat densitas yaitu jumlah individu per unit luas atau per unit volume, ftekuensi yaitu besarnya intensitas ditemukannya suatu species organisme dalam pengamatan keberadaan organisme pada kominitas atau ekosistem, luas penutupan yaitu proporsi antara luas tempat  yang ditutupi oleh species tumbuhan dengan lusa totsl habitat, indeks nilai penting yaitu parameter kuantitatif yang dapat dipakai untuk menyatakan tingkat dominansi species-spesies dalam suatu  komunitas tumbuhan, indeks dominansi yaitu parameter menyatakan tingkat terpusatnya dominansi species dalam suatu komunitas, indeks keragaman yaitu ciri tingkatan komunitas berdasarkan organisasi biologinya.
    Dari hasil dan pembahasan praktikum kerja lapang luar kampus dapat disimpulkan bahwa semakin luas plot yang diamati maka akan semakin banyak jenis varietas  tanaman yang kami temukan..  Beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah varietas suatu plot adalah suhu udara, ulah manusia, penyebaran lewat penyerbukan/penyebaran biji, serta tempat tanaman itu hidup.








DAFTAR PUSTAKA

Ristianingrum, N.  2012.  Laporan ekologi tumbuhan analisis vegetasi tumbuhan. 

Riyantilathyris. 2010.  Laporan analisis vegetasi.  http://riyantilathyris.wordpress.com/2010/11/26/laporan-analisis-vegetasi/.  12 Juli 2012.  Pukul 12.01.
Suryadi et al.  2012.  Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air sungai & analisa vegetasi.  Bahan ajar Dasar-dasar Lingkungan.  12 Hal.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar